Monday, September 27, 2010

Al-Qur'an; Mukjizat paling Hebat!

Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan
bumi, dan silih
bergantinya malam
dan siang terdapat
tanda-tanda bagi
orang-orang yang
berakal, (yaitu) orang-
orang yang mengingat
Allah sambil berdiri
atau duduk atau
dalam keadaan
berbaring dan mereka
memikirkan tentang
penciptaan langit dan
bumi (seraya berkata):
‘ Ya Tuhan kami,
tiadalah Engkau
menciptakan ini
dengan sia-sia. Maha
Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari
siksa neraka ’.” (QS.Al-
Imran:190-191)
Bila mendengar kata
mukjizat, pastinya
teringat dengan kisah
para Nabi dan Rasul
Allah yang diberikan
kelebihan melebihi
orang biasa. Ya,
bahwa setiap rasul
telah Allah berikan
mukjizat yang
berbeda-beda sebagai
bukti agar kaumnya
beriman pada Allah
dan Rasul-Nya.
Ingatkah dengan kisah
Nabi Ibrahim as yang
dilemparkan ke dalam
api oleh raja Namrud
dikarenakan beliau
melawan raja kafir
tersebut? Apakah api
membakar seluruh
tubuhnya? Nyatanya
Allah memerintahkan
api supaya menjadi
dingin sehingga Nabi
Ibrahim as selamat.
Atau tentang nabi
Musa as. yang mampu
membelah laut Merah
agar terbebas dari
kejaran pasukan
Firaun hingga Firaun
dan pasukannya
tenggelam di Laut
Merah?
Mukjizat yang tidak
kalah hebatnya adalah
tatkala nabi Isa as.
Menyembuhkan orang
buta dan sakit kusta,
sebagaimana
tercantum dalam QS.
Al-Imran ayat 3 yang
berbunyi, “Dan aku
sembuhkan orang buta
dan sakit kusta, dan
aku hidupkan orang
mati dengan izin
Allah. ” Perbuatan nabi
Isa as memang ajaib
pada zaman itu.
Sampai-sampai beliau
dianggap anak Tuhan
karena hanya Tuhan-
lah yang bisa
menghidupkan orang
mati.
Namun ada mukjizat
yang terhebat dan
berbeda sampai saat
ini dan tidak ada yang
bisa menandingi.
Mukjizat terbesar
yang Allah berikan
kepada Rasul terakhir,
seorang Khatamul
Anbiya bernama
Muhammad SAW yaitu
sebuah kitab suci Al-
Qur’an. Mengapa
dikatakan demikian?
Karena keajaiban Al-
Quran justru semakin
lama dipahami
semakin
mengagumkan,
mencengangkan
sekaligus
menggetarkan, sesuai
dengan
berkembangnya ilmu
pengetahuan dengan
pesat. Oleh sebab
itulah umat Islam
dituntut dari waktu ke
waktu untuk belajar
dan terus belajar,
mempelajari dan
memperhatikan segala
apa yang telah
diciptakan-Nya. “Allah
akan meninggikan
orang-orang yang
beriman di antaramu
dan orang-orang yang
diberi ilmu
pengetahuan
beberapa derajat”
QS.Al-Mujadillah : 11.
Al-Qur’an mengandung
ayat-ayat yang
merupakan sumber
ilmu pengetahuan dan
teknologi. Beberapa
ayat telah terbukti
melalui penelitian
ilmiah dan
pengalaman empiris.
Terbukti dari
penelitian yang
dilakukan oleh
seorang guru besar
ilmu bedah
berkebangsaan
Prancis bernama Prof.
Dr. Maurice Bucaille.
Beliau berhasil
menemukan mumi
Firaun dan melakukan
pembedahan. Hasil
yang didapat
membuatnya terkejut
karena sel-sel saraf
Firaun menunjukkan
bahwa kematiannya
benar akibat
tenggelam di laut
dengan shock yang
hebat. Dengan
ditemukannya bukti
ini dan setelah
membandingkan
dengan apa yang dia
baca dalam Al-Qur ’an
surat Yunus ayat 92,
“ maka pada hari ini
Kami selamatkan
badanmu supaya kamu
dapat menjadi
pelajaran bagi orang-
orang yang datang
sesudahmu dan
sesungguhnya
kebanyakan dari
manusia lengah dari
tanda-tanda
kekuasaan Kami. ”
Begitu pula dalam
surat Al-Baqarah ayat
50, “Dan (ingatlah),
ketika Kami belah laut
untukmu, lalu Kami
selamakan kamu dan
Kami tenggelamkan
(Firaun) dan pengikut-
pengikutnya sedang
kamu sendiri
menyaksikan”. Dari
sinilah beliau meyakini
bahwa Al-Qur ’an itu
benar-benar wahyu
Allah. Semua ayat Al-
Qur ’an masuk akal dan
mendorong sains
untuk maju. Sejak
itulah Prof. Bucaille
menjadi seorang
Muallaf.
Contoh diatas barulah
sebagian kecil dari
ayat Al-Qur ’an. Masih
banyak ayat-ayat yang
bisa dibuktikan
kebenarannya secara
ilmiah jika manusia
mau memperhatikan
dan mempelajarinya.
Hal ini tak lain agar
manusia dapat
mengenal Sang
Pencipta yaitu Allah
Azza wa Jalla. Selain
itu pula Allah
berkehendak agar
manusia dapat ikut
memahami dan
mempelajari sebagian
dari ilmu-Nya,
bagaimana caranya
Allah menciptakan
alam semesta,
bagaimana Allah
menghamparkan bumi
dan isinya, bagaimana
Allah menciptakan
manusia, hewan dan
tumbuh-tumbuhan,
dan mengapa pula bisa
terjadi berbagai
kejadian alam seperti
hujan, angin, petir,
badai dan sebagainya.
Allah SWT sengaja
memperlihatkan
proses tersebut
tahapan demi tahapan
selain untuk
memperlihatkan
kekuasaan-Nya
sekaligus
mempermudah
manusia untuk
mempelajarinya dan
mau mensyukurinya.
Wallahu ’alam.
“Dan Dia
menundukkan
untukmu apa yang ada
di langit dan apa yang
ada di bumi semuanya,
(sebagai rahmat)
daripada-Nya.
Sesungguhnya pada
yang demikian itu
benar-benar terdapat
tanda-tanda
(kekuasaan Allah) bagi
kaum yang
berfikir.” (QS.Al-
Jatsiyah:13)

Sunday, September 26, 2010

Jangan menyerah, karna alasan sulit ataupun susah

Ada seseorang yang
susah bangkit dari
keterpurukan setelah
di PHK. Dia mau
mencari kerja, umur
sudah tidak muda lagi.
Dia mau menjalankan
bisnis, tetapi sudah
berkali-kali mencoba
tidak ada satu pun
yang berjalan terus.
Dia selalu berhenti di
tengah jalan.
Apa yang menjadikan
dia selalu berhenti?
Sederhana, karena dia
begitu akrab dengan
kata susah atau sulit.
Dia berkata bahwa dia
sudah berusaha, tapi
ternyata sulit.
“ Ternyata susah juga
untuk membangun
bisnis. ” Dan berbagai
komentar lainnya yang
bernada sulit.
Dia meminta nasihat
kepada saya. Saya
berikan beberapa
nasihat. Apa
jawabannya? Tidak
lepas dari dua kata
itu:
“Susah.”
“Sulit.”
Saya mencoba untuk
memberikan inspirasi
yang bercerita
tentang seseorang
yang berhasil
membangun bisnis
dengan berawal 1
buah gerobak bakso
menjadi ratusan
gerobak bakso. Saya
jelaskan kalau orang
ini merangkak dari nol
dan sampai akhirnya
berhasil.
Apa reaksi dia? Dia
berkata:
“Saya sering
mendengar cerita
keberhasilan. Tapi
sayang tidak
diceritakan susahnya
membangun bisnis. ”
Dia terus berkata
susah, sulit, susah,
sulit, tidak mudah, dan
sebagainya. Banyak
orang yang seperti ini!
Jika Anda termasuk
orang yang seperti ini,
saya mau bertanya.
“Memang susah.
Memang tidak mudah.
Memang sulit. Lalu ?”
Sahabat, coba
pikirkan. Jika bisnis itu
mudah. Tentu akan
banyak sekali orang
yang berbisnis dan
kaya raya. Pada
kenyataanya memang
sedikit sekali orang
yang mau berbisnis
dan bertahan di bisnis.
Karena memang,
bisnis itu susah, bisnis
itu sulit, dan perlu
kerja keras untuk
menjalankannya.
Bisnis memang hanya
untuk orang yang
berani, tekun, sabar,
dan mau kerja keras
sampai berhasil.
Sekarang, pilihan
Anda. Apakah mau
melewati masa susah
membangun bisnis
atau tidak?
Jika Anda punya
kemauan, maka
ambillah tindakan. Jika
susah, Anda bisa
belajar. Jika tidak
tahu, Anda bisa
mencari tahu. Jika
lama, Anda bisa
bersabar. Jika tidak
punya modal, Anda
bisa mencari modal.
Jika tidak bisa mencari
modal, Anda bisa
belajar mencari
modal. Allah sudah
memberikan potensi
kepada Anda. Anda
punya hati, Anda
punya akal, dan Anda
punya energi.
Gunakanlah.
Memang akan banyak
menghadapi masalah.
Tapi Allah sudah
memberikan akal
kepada kita untuk
mengatasi masalah.
Memang perlu kerja
keras, tapi Allah sudah
memberikan tangan
dan kaki kepada kita
untuk bekerja keras.
Allah sudah
memberikan sistem
pencernaan yang bisa
mengubah makanan
menjadi energi. Apa
lagi yang kurang?
Sahabat, jangan
berhenti karena susah.
Kita sudah diberik
potensi yang dahsyat
oleh Allah untuk
mengatasi kesulitan
yang kita hadapi.
Kesulitan memang
untuk kita hadapi,
untuk kita lewati,
sebab kemudahan
akan datang setelah
kesulitan.
“Kelapangan itu
(datang) setelah
kesempitan serta
bahwa kemudahan itu
(datang) setelah
kesulitan. ” (HR
Ahmad)
“Karena sesungguhnya
sesudah kesulitan itu
ada kemudahan,
sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada
kemudahan. ” (QS Alam
Nasyrah:5-6)
Sahabat, semua orang
sukses pernah
mengalami masa-masa
susah. Mereka
menghadapi kesulitan
seperti kita. Hanya
saja, mereka tidak
berhenti. Oleh karena
itu, kita pun sama,
jangan berhenti
karena susah.

Saturday, September 18, 2010

Love & Motivation

Cinta dan motivasi jelas
memiliki hubungan
yang erat. Cinta
adalah motivasi yang
paling kuat. Cinta
adalah penggerak
hati, pikiran, dan
tindakan. Seseorang
akan merasa tergerak
hatinya saat sesuatu
yang dicintainya
disebutkan. Cinta
menggerakan pecinta
untuk mencari yang
dicintainya.
Objek cinta itu begitu
banyak. Mereka
adalah ujian bagi kita
semua. Cinta terhadap
lawan jenis, cinta
terhadap keluarga,
cinta terhadap harta
benda, cinta terhadap
tanah air, dan cinta
terhadap hal-hal
lainnya.
Namun tahukah bagi
Anda, bahwa cinta itu
adalah tawanan?
Cinta Itu Adalah
Tawanan
Apa yang dimaksud
bahwa cinta itu adalah
tawanan? Siapa yang
ditawan? Cinta
menawan hati. Sebab
hati akan tunduk demi
mengejar apa yang
dicintainya. Banyak
sekali orang yang rela
melakukan apa pun
demi yang dicintainya.
“ Gunung kan kudaki,
lautan akan
kusebrangi. ” begitu
kata syair yang
menggambarkan
bagaimana hati
tertawan oleh
cintanya kepada
kepada seorang gadis
pujaan. Lihatlah…
banyak orang yang
melakukan segala
cara untuk
mendapatkan harta
dan jabatan. Yang
haram dihalalkan, apa
pun dilakukan demua
cintanya kepada harta
dan jabatan.
Cinta selalu
menggerakkan hati
pada apa yang dia
inginkan. Keinginan
diri inilah yang disebut
dengan hawa nafsu.
Sehingga dengan cinta
ia menjadikan hatinya
sebagai tawanan hawa
nafsu, mengikuti apa
yang dikatakan hawa
nafsu dan menjadikan
hawa nafsu dengan
pimpinannya dalam
hidup. Sehingga
masuklah dia ke dalam
fintah syahwat, yang
menghalangi hatinya
dari petunjuk dan
rahmat.
Kemerdekaan Itu
Datang Dari Tauhid
Tauhid membebaskan
hati ini dari tawanan
hawa nafsu. Bebas dari
tawanan cinta harta,
jabatan, popularitas,
anak, lawan jenis, dan
objek cinta yang
berasal dari hawa
nafsu. Bukan berarti,
kita tidak lagi
mencintai mereka.
Namun, dengan
kehadiran tauhid,
maka hawa nafsu
sudah bisa ditundukan,
sehingga cinta kita
tidak lagi hanya
digerakan oleh hawa
nafsu, tetapi
digerakan oleh cinta
kita kepada Allah
sebagai konsekuensi
tauhid.
“Adapun orang-orang
yang beriman sangat
cintanya kepada
Allah. ” (Al-Baqarah:
165)
Anda akan terbebas
dari kesedihan yang
tidak perlu. Seseorang
yang melakukan hal-
hal yang dilarang
agama demi cintanya,
artinya belum ada
tauhid pada dirinya,
setidaknya masih
sedikit. Orang yang
hatinya sudah
dipenuhi dengan cinta
kepada Allah, tidak
mungkin menduakan
cintanya dengan
sesuatu yang rendah.
Tidak mungkin
meninggalkan Allah
(yang dicintainya)
demi cinta kepada
selainnya.
Kita boleh mencintai
lawan jenis, namun
kita tidak akan pernah
melakukan yang
dilarang seperti
mendekati zina
bahkan melakukan
zina, bunuh diri,
durhaka kepada orang
tua, dan perbuatan
munkar lainnya. Sebab
perbuatan-perbuatan
tersebut dimurkai oleh
cinta sejati kita, yaitu
Allah SWT. Begitu
juga, cinta kita
kepada keluarga,
harta, jabatan, dan
objek cinta lainnya
tidak akan
menggerakan kita
untuk melakukan
sesuatu yang tidak
disukai oleh Allah SWT
sebagai cinta sejati
kita.

Tuesday, September 14, 2010

Sabar

Hidup adalah
perjuangan. Itu kata
orang. Memang benar,
dalam hidup akan
penuh dengan
perjuangan. Terutama
bagi mereka yang
memiliki cita-cita
besar, baik cita-cita
pribadi maupun cita-
cita dalam dakwah.
Bagi mereka yang
tidak memiliki cita-
cita besar, tidak akan
mampu melihat bahwa
hidup penuh dengan
perjuangan. Yang ada
di depan mereka
hanyalah bagaimana
mencari kesenangan
belaka.
Jika Anda merasa
bahwa hidup penuh
tantangan, halangan,
rintangan, dan ujian,
artinya hidup Anda
memang penuh
perjuangan. Anda
termasuk orang yang
memiliki cita-cita yang
tinggi, baik meraih
pencapaian yang besar
maupun melepaskan
diri dari masalah besar
yang menghimpit. Satu
hal yang diperlukan
dalam perjuangan
adalah kesabaran.
Apa Itu Kesabaran?
Secara singkat, sabar
bisa didefinisikan
sebagai ridha, tenang,
teguh, dan yakin.
Sabar bukan berarti
diam dan menyerah.
Justru orang yang
diam dan menyerah
bertolak belakang
dengan definisi sabar.
Rasulullah saw adalah
orang yang paling
sabar dan selalu sabar,
tetapi beliau tetap
berperang, tenang
saat menghadapi
tekanan, dan yakin
bahwa kemenangan
akan dicapai.
Amru bin Usman
mengatakan, bahwa
sabar adalah
keteguhan bersama
Allah, menerima ujian
dari-Nya dengan
lapang dan tenang.
Hal senada juga
dikemukakan oleh
Imam Al-Khawas,
“ Sabar adalah refleksi
keteguhan untuk
merealisasikan Al-
Qur ’an dan sunnah.
Sehingga sabar tidak
identik dengan
kepasrahan dan
ketidakmampuan.
Rasulullah saw.
memerintahkan
umatnya untuk sabar
ketika berjihad.
Padahal jihad adalah
memerangi musuh-
musuh Allah, yang
klimaksnya adalah
menggunakan senjata
(perang). ” [Sumber:
Dakwatuna.com]
Anda tidak akan
pernah mencapai 1.000
langkah jika Anda
kehilangan kesabaran
di tengah jalan.
Perjuangan akan
memberikan hasil, dan
pasti akan
memberikan hasil, jika
diiringi dengan
kesabaran. Namun,
pada kenyataanya,
kesabaran sering kali
melemah. Saat 100
langkah sudah berlalu,
rasa letih mulai
menghinggapi diri,
maka kesabaran bisa
saja berangsur turun.
Sampai-sampai, orang
yang lemah
kesabarannya
mengatakan bahwa
sabar ada batasnya.
Sabar terasa begitu
sulit.
Memang benar, sabar
itu berat. Bagi
kebanyakan orang,
sabar itu memang
berat, kecuali bagi
mereka yang khusyuk.
Dan mintalah
pertolongan (kepada
Allah) dengan sabar
dan (mengerjakan)
salat. Dan
sesungguhnya yang
demikian itu sungguh
berat, kecuali bagi
orang-orang yang
khusyuk, (yaitu)
orang-orang yang
meyakini, bahwa
mereka akan menemui
Tuhannya, dan bahwa
mereka akan kembali
kepada-Nya. (QS. Al
Baqarah:45-46)
Sabar menghadapi
kesulitan dan
mengerjakan shalat
memang berat bagi
orang yang tidak
khusyuk. Ayat diatas
pun menjelaskan
kepada kita apa
makna khusyuk
tersebut (yaitu) orang-
orang yang meyakini,
bahwa mereka akan
menemui Tuhannya,
dan bahwa mereka
akan kembali kepada-
Nya.
Kata kuncinya dikata
“ meyakini”. Meyakini
bahwa mereka akan
menemui Allah dan
mereka akan kembali
kepada-Nya.
Keyakinan ini, akan
menjadikan merekan
memiliki cara pandang
bahwa nilai dan harga
dunia seluruhnya
adalah menjadi kecil.
Jika seluruh dunia saja
kecil, apalagi masalah
yang kita hadapi
menjadi lebih kecil
lagi.
Agar Kesabaran Tetap
Ada
Karena itulah, selain
sabar, kita pun
diperintahkan
meminta pertolongan
melalui shalat. Shalat
adalah penolong yang
tidak akan hilang dan
bekal yang tidak ada
habisnya. Sabar adalah
masalah hati,
sementara shalat
adalah cara agar kita
terus memperbaharui
hati kita. Dengan
shalat, kita yang
lemah ini, akan
terhubungan dengan
Allah Yang Mahakuat
dan Mahakuasa. Jelas
sudah, bahwa shalat
akan menaikan
kembali kesabaran
kita.
Allah Bersama Orang-
orang Yang Sabar
Hai orang-orang yang
beriman, jadikanlah
sabar dan shalat
sebagai penolongmu,
sesungguhnya Allah
beserta orang-orang
yang sabar. (QS. Al
Baqarah:153)
Allah bersama-sama
orang yang sabar,
menguatkan,
memantapkan,
meneguhkan,
mengawasi, dan
menghibur mereka.
Allah sebagai tempat
bergantung, sehingga
kita akan terlepas dari
keputus-asaan saat
menjalani perjuangan.
Hidup memang penuh
dengan perjuangan,
tetapi selama kita
bersabar kita tidak
perlu takut karena
Allah bersama orang-
orang yang sabar.

Friday, September 3, 2010

Cinta

Cinta...
Cinta itu murni
Murni itu emas
Emas itu kuning
Kuning itu Tai
Berarti Cinta adalah Tai Mencret...!!!
Wkwkwk....